Pertanyaan Manusia Moralitas Dan Hukum Forex


PEMBAHASAN Secara tradisional, psikologi menghindari mempelajari sesuatu yang memiliki di visitatori baik atau Buruk (giudizi di valore). Ada Tingkat kesulitan tertentu untuk menghindari pregiudizi ketika berbicara Dalam istilah 8220baik8221 atau 8220buruk8221. Itulah sebabnya, Aspek kehidupan manusia yang penting, moralitas yaitu, Harus menunggu Lama sebelum ada yang psikolog Berani menelitinya. Namun, pada Saat ini psikolog Telah meneliti berbagai prose mendasar dari perkembangan morale, bagaimana orang menilai Baik atau Buruk, apakah terdapat tahapan Dalam perkembangan morale, Faktor-Faktor APA yang memengaruhi perkembangan morale, dan Lain-lain. Berbagai pertanyaan Terus Muncul Dalam membahas perkembangan morale. A. Pengertian moralitas moralitas dapat didefenisikan dengan berbagai cara. Namun, Secara Umum moralitas dapat dikatakan sebagai kapasitas untuk membedakan yang Benar dan yang Salah, bertindak ATAS perbedaan tersebut, dan mendapatkan penghargaan diri ketika melakukan yang Benar dan Merada bersalah atau malu ketika melanggar standar tersebut. Komponen kognitif merupakan Pusat di mana seseorang melakukan konseptualisasi Benar dan dan salah membuat keputusan tentang bagaimana seseorang berperilaku. L'Islam mengajarkan pentingnya rasa malu untuk melakukan perbuatan yang Tidak baik sebagai sesuatu yang penting. L'Islam mengajarkan bahwa Allah mengilhamkan ke Dalam jiwa manusia dua Jalan Jalan yaitu kefasikan dan ketakwaan. Manusia memiliki Akal untuk memilih Jalan mana yang ia tempuh akan. dinyatakan Dalam Al-Qur8217an:. Dan Jiwa Serta penyempurnaan (ciptaan) - nya, Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa ITU (Jalan) kefasihan dan ketakwaannya. Sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa ITU dan merugikan orang yang mengotorinya. (QS Al-Syams (91): 7-10). B. Perilaku-Perilaku Dasar morale Pada umumnya orang Tua mengharapkan anak-anaknya untuk menjadi tumbuh seseorang yang memiliki moralitas yang kuat Dalam berhubungan dengan orang lain. 1. Alturuisme: Perkembangan Perilaku Prososial Islam Juga memerintahkan umatnya untuk saling Tolong menolong Satu sama lainnya Dalam kebajikan dan Takwa. Dan bertolong-tolonglah kamu ATAS kebajikan dan dan Takwa janganlah Tolong menolong Dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu pada Allah. Sesungguhnya Allah amat Berat siksanya (QS Al-Maidah (5): 2). DalamIslam, perilaku prososial dilakukan Bukan untuk mendapatkan penghargaan manusia atau memperoleh kenikmatan duniawi. Saling membagi, Saling membantu dan bentuk perilaku prososial rimasto menjadi Lebih Umum pada USIA prasekolah dan seterusnya. Selain ITU kemampuan penalaran prososial morale dan kemampuan memberikan reaksi empatik Juga merupakan hal yang sangat berpengaruh terhadap alturuisme. Menurut penelitian, anak prasekolah Lebih menunjukkan sifat yang berpusat pada diri sendiri, sementara anak Yang Lebih menunjukkan sifat yang berpusat pada diri sendiri, sementara anak Yang Lebih Tua Lebih menunjukkan keinginannya menunjukkan perilaku rela mengorbankan kepentingan dirinya untuk mereka yang Lebih membutuhkan. Bayi dan Anak-Anak Telah dapat mengenali dan SERING kali bereaksi terhadap perasaan Tidak Nyaman Dari seseorang. Orang Tua dapat meningkatkan perilaku altuistik melalui dorongan verbale untuk membantu orang menenangkan, membagi atau bekerja sama dengan orang lain (esortazione altruistico). Orang Tua yang mendisiplinkan Anak Tidak melalui kekerasan atau hukuman, mampu memberikan penjelasan afektif yang menunjukkan efek negatif yang terjadi pada korban ketidakasilan, Akan dapat membesarkan Anak yang Lebih mampu memahami orang rimasto, mau mengorbankan Diri, dan memperhatikan kesejahteraan orang rimasto. 2. Kontrol Perilaku Agresivitas Namun, Suatu perilaku merupakan agresivitas jika terdapat niat untuk menyakiti orang rimasto, misalnya tendangan keras yang meleset dan lain-lain. L'Islam menyuruh umatnya untuk berlaku lemah lembut dan tidak menyakiti orang rimasto, bahkan termasuk Dalam menjaga kata-kata, seperti ayat berikut ini: Perkataaan yang Baik dan pemberian maaf Lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu Yang menyakitkan (perasaan penerima) Allah Maha Kaya Lagi Maha Penyantun. (QS Al-Baqara 2: 263) Hai orang-orang yang beriman, janganlah Suatu kaum mengolok-ngolokkan kaum di Più, Boleh Jadi mereka (yang diolok-olokkan) Lebih Baik Dari mereka (yang mengolok-ngolokan), Dan Jangan pula Wanita - wanita mengolok-olokkan wanita-wanita di Più, boleh Jadi wanita (yang diolok-olokkan) Lebih Baik Dari wanita (yang mengolok-olokkan), Dan janganlah kamu mencela Diri sendiri. Dan janganlah kamu memanggil dengan gelar-gelar yang Buruk, seburuk-seburuknya panggilan ialah (panggilan) yang Buruk sesudah iman dan barang Siapa yang Tidak bertobat, Maka mereka Itulah orang-orang yang Zalim (QS Sura XLIX 49:11) Orang yang mampu mengontrol Diri Tidak menyakiti orang rimasto, meskipun Dalam keadaan Marah merupakan orang yang Perkasa Dalam pandangan Islam. Dengan demikian, l'Islam melarang manusia untuk melakukan tindakan agresivitas yang Tidak memiliki Alasan yang dapat dibenarkan. UMAT Islam diwajibkan untuk membela kebenaran dan mencegah kemungkaran. Namun, ketika ia berumur 3-5 tahun, agresi fisik berkurang dan diganti dengan agresi yang Lebih bersifat verbale. Anak prasekolah (4-7 tahun) Juga Lebih banyak memfokuskan agresivitasnya pada Benda, terutama mainan atau kepemilikan lainnya. Namun, agresi strumentale ini kemudian berubah dengan agresi yang Lebih bersifat permusuhan. Sejaln dengan USIA, agresi Yang bersifat TERBUKA (palese) Lebih menurunkan dan menjadi Lebih bersifat tertutup (segreta), agresivitas dapat menjadi karakter yang stabil, Baik pada laki-laki maupun Perempuan. Agresor proaktif (aggressore proattivo) merupakan Anak dengan agresivitas Tinggi yang menemukan bahwa perilaku Agresif Mudah dilakukan dan menjadi tergantung pada agresivitas sebagai alat untuk menyelesaikan masalah Sosial atau mencapai tujuan. Agresor reaktif memiliki kecenderungan untuk Melihat situasi ambigu sebagai menyakitkan atau memusuhi dirinya (ostile bias di attribuzione). 3. Menerapkan Prinsip Keadilan Sosial Wahai orang-orang beriman, jadilah kamu orang-orang yang Benar-Benar penegak Keadilan, menjadi Saksi Karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau Ibu Bapak dan kaum kerabatmu. Jika ia Kaya atau Miskin, Maka Allah Lebih Tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti Hawa nafsu Karena ingin menyimpang Dari kebenaran. Dan Jika Kamu memutar balikkan (kata-kata) atau enggan menjadi Saksi, Maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahu Segala APA yang kamu kerjakan. (QS An-Nisa 4: 135) 8195 C. Perkembangan Penalaran morale Sementara, Jika orang yang Lebih muda melakukan kesalahan, Maka Lebih dapat diterima daripada orang yang Lebih Tua yang melakukan kesalahan tersebut. 1. Tingkat Prakonvensional (Tappe preconvenzionale) 2. Tingkat moralitas Konvensional (morale convenzionale) a. Tahap Tiga: Konformitas interpersonale (interpersonale conformità) Tahap ini Juga disebut orientasi anak Baik-Baik (il bene boygood fase ragazza). b. Tahap empat: moralitas Mempertahankan Aturan Sosial (Social-Order-mantenimento). Pada tahap hukum dan aturan (legge-e-ordine), seseorang dapat Melihat sistem Sosial Secara keselurtuhan. 3. Tingkat moralitas Pascakonvensional (Moralità post-convenzionale) D. Tindakan Morale: Menahan Godaan Skala yang dikembangkan Oleh Kohlber Hanya menyusun pemikiran morale, Bukan tindakan morale. Padahal, dari sudut kemasyarakatan salah Satu Ukuran moralitas Adalah sejauh mana individu mampu untuk Menahan godaan untuk melanggar norma morale, walaupun Tidak ada kemungkinan untuk diketahui atau dihukum. Perilaku morale Dalam Menahan godaan untuk melakukan hubungan seks di Luar Pernikahan ditunjukkan Oleh Nabi Yusuf A. Ş ketika sebagai Bujang dirumah Al-Aziz dia dirayu Istri cantik bangsawan Mesir tersebut. 8195 Sejak Awal penciptaan manusia Sering mencari jawaban dari Tiga pertanyaan fondamentale, 8220siapa Tuhan8221, 8220siapa saya8221, dan 8220mengapa Saya lahir8221, Asal tujuan dan Identitas manusia merupakan pertanyaan yang penting Bagi kemanusiaan. Ilmu pengetahuan sekarang Mulai meyelidiki gejala alamiah perkembangan manusia spirituale sebagai Aspek esensial dari kehidupan manusia. Namun Karena manusia memiliki Tubuh yang Harus dipenuhi kebutuhan fisiknya dan Hal Inilah maka manusia seringkali melakukan tindakan yang Tidak sesuai dengan perintah Allah yang membuat dirinya berada pada tahap perkembangan spirituale yang paling bawah. Dengan demikian, l'Islam mengajarkan adanya perbedaan Tingkat spiritualitas seseorang. Tingkat spiritualitas seseorang dapat berubah dari Satu waktu kewaktu di Più. Jadi, manusia mengalami perkembangan spirituale kehidupannya Dalam. A. Pengertian Spiritulitas Menurut kamus Webster (1963) kata 8220spirit8221 berasal dari kata benda italiano latino 8220spiritus8221 yang berarti nafas dan kata Kerja 8220spirare8221 yang berarti bernafas untuk. 1. Ruh Dan Nafs Dalam Islam Ayat Al-Qur8217an cukup banyak membuat pernyataan tentang 8220ruh8221. Di Dalam Al-Qur8217an palizzata Tidak terdapat 12 Ayat yang menceritakan ruh. Ruh dibahas Dalam berbagai makna yang mengandung pengertian yang suci dan Luhur, anrtara rimasto: 8226 Ruh sebagai citra Allah 8226 Ruh sebagai kekuatan Hidup dala penciptaan manusia 8226 Ruh sebagai kakuatan pengidraan Dalam Tubuh manusia 8226 Ruh sebagai pewahyuan 8226 Ruh sebagai inti kenabian 8226 Ruh sebagai perwujudan Malaikat 8226 Ruh sebagai kekuatan spirituale kepada buah keimanan Allah Al-Qur8217an menyebutkan kata nafs, Juga Dalam bentuk plurale seperti nüfus, ANFUS, tanaffassa, yatanaffassu dan almutanaffasun, sebanyak 303 kali. Dalam Sedangkan bentuk singolare (mufrad), kata nafs disebut sebanyak 143 kali. Terdapat 28 Ayat yang Secara khusus menggambarkan kata nafs Dalam pengertian psikis atau Jiwa. Al-Qur8217an menyebut nafs Dalam berbagai makna, Antara lain: 8226 Nafs sebagai diri atau seseorang 8226 Nafs sebagai diri Tuhan 8226 Nafs sebagai persona 8226 Nafs sebagai Roh 8226 Nafs sebagai jiwa 8226 Nafs sebagai totalitas manusia 8226 Nafs sebagai sisi Dalam manusia Pertanyaan yang Sering Timbul mengenai istilah 8220ruh8221 (spirito) dan 8220nafs8221 (anima) Adalah apakah kedua istilah memiliki arti sama atau merupakan hal yang Berbeda. Mayoritas ilmuwan mussola menyatakan bahwa 8220ruh8221 dan 8220nafs8221 merupakan dua istilah untuk hal yang sama. Namun, beberapa lainnya menganggap kedua istilah ini merujuk pada le entità, yang Berbeda. Pendapat Kelompok yang memidahkan dua istilah ini berada Dalam posisi yang Lebih lemah, Karena Tidak ada yang Batasan Jelas dari penggunaan istilah ini Dalam teks Al-Qur8217an dan Sunnah. Tampaknya, pemisahan istilah ini didasari kesalahan pemahaman memahami yang Lebih disertai Unsur Pribadi. Penjelasan maslaah diungkap Oleh Ibn al-Qayyim Secara Rinci. 2. spirituale Dan Religiusitas UMAT Islam mengasah spiritualitas keberagaman melalui Shalat spiritualitas Dalam keberagaman merupakan pengalaman yang suci. Spirit merupakan Diri yang sesungguhnya di Dalam diri manusia yang ada Telah sebelum kelahiran. Agama memberikan keringanan hari demi hari, Namun spiritualitas membebaskan seseorang untuk selamanya dari Lingkaran hidup dan mati. B. Perkembangan Spiritualitas 1. Tahap Perkembangan Kepercayaan Powler 2. Tahap Perjalanan Pertumbuhan Spritual Peck a. KekacauanAntisosial (ChaoticAntisocial) b. FormalInstitusional (FormalInstitutional) c. SkeptikIndividu (SkepticIndividual) d. MistikalKomunal (MysticalCommunal) 3. Tahap Transisi Moody spirituale a. Tahap Panggilan (la chiamata) Tahap panggilan merupakan tahap tumbuhnya kesadaran terhadap kekosongan diri dan ketidakmampuan untuk memenuhi tujuan kehidupan. b. Tahap Pencarian (la ricerca) Tahap pencarian Adalah Titik di mana individu Mulai mencari Jalan spirituale dengan Melihat ke Dalam dan mempertanyakan diri mereka berbagai pertanyaan Serius tentang prinsip integritas dan menguji kepercayaan inti mereka. c. Tahap Pergolakan (la lotta) Begitu seseorang menemukan prose spirituale diri Dalam memahami makna Hidup, Masing-Masing orang Mulai menyesuaikan diri terhadap pikiran dan perilaku yang membawa mereka keluar Dari konflik. d. Tahap Terobosan (The Breakthrough) Tahap trobosan merupakan resolusi yang sangat besar dan kejernihan mentale yang Baru. e. Tahap Kembali (Il ritorno) Tahap Yang merupakan pertanggungjawaban Pribadi ini melengkapi kebaikan dan makna yang diberikan dunia kepada semua orang. 4. Tahap Perkembangan Spirituale Sufistik Menurut Islam, manusia Yang Lahir dengan jiwa Yang suci (Nafsi Zakiya). un. Nafs Ammarah (Il Comandante Self) Godaan untuk melakukan kejahatan merupakan Hal Umum yang terjadi pada setiap manusia. Pada tahap ini kesadaran dan akal manusia dikalahkan Oleh keinginan dan nafsu hewani. b. Nafs Lawwamah (lui Regretful Self) Pada tahap ini, manusia Mulai memiliki kesadaran terhadap perilakunya, ia dapat membedakan yang baik dan yang Benar, dan menyelesaikan kesalahan-kesalahannya. c. Nafs Mulhimah (Il Sé Inspired) Pada tahap ini, orang Mulai merasakan ketulusan Dari ibadahnya. Ia Benar-Benar termotivasi pada cinta kasih, pengabdian dan Nilai Nilai-morale. d. Nafs Muthma8217innah (The Contented Self) Pada tahap ini orang merasakan kedamaian. Pergolakan pada tahap Awal Telah lewat. Dari Segi perkembangan, tahap ini menandai periode transisi. Seseorang Mulai dapat melepaskan semua belenggu diri sebelumnya dan Mulai melakukan integrasi kembali semua Aspek universale kehidupan Dalam dirinya. e. Nafs Radhiyah (Il Sé Soddisfatto) Pada tahap ini seseorang Tidak Hanya tenang dengan dirinya, Namun Juga tetap Bahagia Dalam keadaan Sulit, musibah atau cobaan Dalam kehidupannya. f. Nafs Mardhiyah (Il Sé gradito a Dio) Mereka Yang Telah mencapai tahap lanjut menyadari bahwa Segala kekuatan berasal dari Allah, dan Tidak dapat terjadi begitu Saja. Dengan menyembuhkan keterpecahan Dalam dirinya, seorang sufi mengalami dunia sebagai kesatuan yang utuh. g. Nafs Safiyah (puro Sé) Mereka Yang Telah mencapai tahap Akhir Telah mengalami transendensi diri yang seutuhnya. Ia sekarang menyadari bahwa Tidak ada apa-APA Lagi kecuali Allah, dan Hanya keilahian yang ada, dan setiap Indra manusia atau keterpisahan Adalah Suatu ilusi. Puji Syukur kami penjatkan kehadirat Tuhan Allah Yesus Kristus, Yang ATAS Rahmat-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul 8220Etika dan Moral8221. Penulisan makalah ini merupakan salah Satu tugas yang diberikan Dalam mata kuliah Etika morale di Akademi Keperawatan Dharma Insan. Dalam Penulisan makalah ini kami MERASA Masih banyak kekurangan baik pada teknis Penulisan maupun Materi, mengingat akan kemampuan yang kami Miliki. Untuk itu, Kritik dan saran dari semua pihak sangat kami harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini. Dalam Penulisan makalah ini penulis menyampaikan ucapan Terima kasih Yang sebesar-besarnya kepada pihak-pihak yang membantu Dalam menyelesaikan makalah ini, khususnya kepada Dosen kami yang Telah memberikan tugas dan petunjuk kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan tugas ini. Pontianak. Febuari 2014 BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. B. Fokus Masalah. BAB 2 PEMBAHASAN. A. Sejarah Etika morale. B. Pengertian Etika morale. C. Perkembangan Etika morale Dalam Dunia Moderen. D. Hal-Hal Yang Bertentangan Dengan Etika morale. BAB 3 PENUTUP. A. Kesimpulan. B. Saran. BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Makna Etika dan morale sangat penting Bagi UMAT kristiani. Manusia sebagai ciptaan Allah berimplikasi pada eratnya hubungan Antara iman dan prilaku manusia Dalam Rangka tanggung Jawab pada Pencipta. Etika sebagai ilmu mempunyai fungsi dan misi yang khusus Dalam hidup manusia yakni petunjuk dan penuntun bagaimana manusia sebagai Pribadi dan Kelompok Harus mengambil keputusan tentang APA yang seharusnya berdasarkan dengan kehendak dan Firman Tuhan. EtikaMoral yang sebenarnya berpadu dengan iman kristiani sehingga menjadi ilmu yang meneliti, menilai dan dan mengatur Tabiat tingkah laku manusia memakai Norma kehendak dan perintah Allah sebagaimana dinyatakan Dalam Yesus Kristus. Dalam masa Kini para Siswa Sudah banyak kehilangan nilai etika dan morale. Sebenarnya norma Sosial ITU tumbuh dari prose kemasyarakatan dan Hasil dari kehidupan bermasyarakat. Individu dilahirkan Dalam Suatu Masyarakat dan mengalami sosialisasi untuk menerima aturan-aturan Masyarakat yang ada Sudah. Dalam hal ini etika dan sangat morale berperan penting Dalam menjalankan hubungan yang ada Dalam Masyarakat. Karena dengan ketiga Hal tersebut kita Bisa Hidup Damai sesama manusia berdasarkan Norma yang ada, Etika Kita, dan morale yang kita miiki. Tapi Dalam Akhir Akhir-ini ke dua Hal tersebut Sudah Mulai mi Mudar Karena itu Juga sebagai tugas mata socchiusa Etika tersusunlah morale makalah ini. B. Fokus Masalah A. Sejarah Etika dan morale Jejak-jejak Pertama Sebuah etika Muncul dikalangan murid Pytagoras. Kita Tidak Tahu banyak tentang pytagoras. Ia Lahir pada tahun 570 SM di Samos di Asia Kecil Barat dan kemudian pindah ke Daerah Yunani di Italia Selatan. Ia meninggal 496 SM. Di sekitar Pytagoras terbentuk Lingkaran murid yang tradisinya diteruskan Selama dua ratus tahun. Menurut mereka prinsip-prinsip matematika merupakan dasar Segala REALITAS. Mereka penganut reinkarnasi AJARAN. Menurut mereka Badan merupakan Kubur jiwa (soma-sema, 8221tubuh-kubur8221). Agar Jiwa dapat bebas dari Badan, manusia Perlu menempuh Jalan pembersihan. Dengan bekerja Dan bertapa Secara Rohani, terutama dengan berfilsafat dan bermatematika, manusia dibebaskan dari ketertarikan indrawi dan dirohanikan. Seratus tahun kemudian, Democrito (460-371 SM) Bukan Hanya mengajarkan bahwa Segala APA dapat dijelaskan dengan Gerakan terkecil bagian-bagian yang tak terbagi Lagi, yaitu atomo-atomo. Menurut Democrito Nilai tertinggi Adalah apa yang Enak. Dengan demikian, anjuran untuk Hidup baik berkaitan dengan Suatu kerangka pengertian hedonistik. Sokrates (469-399 SM) Tidak meninggalkan tulisan. Ajarannya Tidak Mudah direkonstruksi Karena bagian terbesar Hanya kita ketahui Dari tulisan-tulisn Platone. Dalam finestra-finestra palto hampir Selalu Sokrates yang menjadi pembicara Utama sehingga Tidak Mudah untuk memastikan pandangan aslinya atau pandangan Plato sendiri. Melalui dialogo Sokrates mau membawa manusia kepada paham-paham ETIS yang Lebih Jelas dengan menghadapkannya pada anggapan-anggapannya implikasi-implikasi sendiri. Dengan demikian, manusia diantar kepada kesadaran tentang APA yang sebenarnya Baik dan bermanfaat. Dari kebiasaan untuk berpandangan dangkal dan sementara, manusia diantar kepada kebijaksanaan yang sebenarnya. Plato (427 SM) Tidak menulis tentang etika. Buku etika Pertama ditulis Oleh Aristoteles (384 SM). Namun Dalam banyak dialogo Platone terdapat uraian-uraian Bernada etika. Itulah sebabnya kita dapat merekontruksi pikiran-pikiran Platone tentang hidup yang Baik. Intuisi Daar Plato tentang hidup yang baik ITU mempengaruhi filsafat dan juga kerohanian di Barat Selama 2000 tahun. Baru pada Zaman moderno keterarahan paham tentang objektif kepada Yang Ilahi Dalam Segala yang ada Mulai ditinggalkan dan diganti Oleh pelbagai pola etika diantaranya etika otonomi kesadaran morale Kant Adalah yang impallidire penting. Etika Plato Tidak Hanya berpengaruh di Barat, melainkan lewat Neoplatoisme Juga masuk ke Dalam kalangan sufi musulmani. Disinilah nantinya Jalur hubungan pemikiran filsafat Yunani dengan pemikir seperti musulmano Ibn Miskawaih yang banyak mempelajari filsafat Yunani sehingga mempengaruhi tulisan-tulisannya mengenai filsafat etika. Setelah Aristoteles, Epicuro (314-270 SM) Adalah Tokoh Yang berepengaruh Dalam filsafat etika. Ia Mendirikan Sekolah filsafat di Athena dengan nama Epikureanisme. Akan menjadi salah Satu aliran besar filsafat Yunani Pasca Aristoteles. Berbeda dengan Plato dan Aristotele, Berbeda Juga dengan Stoa, Epicuro dan murid-muridnya Tidak berminat memikirkan, apalagi masuk ke bidang Politik. Ciri khas filsafat Epicuro Adalah penarikan diri dari Hidup ramai. Semboyannya Adalah 8220hidup Dalam kesembunyian8220. Etika Epikurean bersifat privatistik. Yang dicari Adalah kebahagiaan Pribadi. Epicuro menasihatkan orang untuk menarik diri dari kehidupan Umum, Dalam arti ini Adalah individualisme. Namun AJARAN Epicuro Tidak bersifat egois. Ia mengajar bahwa Sering berbuat baik Lebih menyenangkan daripada menerima kebaikan. Bagi kaum Epikurean, kenikmatan Lebih bersifat Rohani dan Luhur daripada jasmani. Tidak sembarang keinginan Perlu dipenuhi. Ia membedakan antara keinginan Alami Yang Perlu (Makan), keinginan Alami Yang Tidak Perlu (seperti makanan yang enak), dan keinginan SIA-SIA (seperti kekayaan). Dalam periode ini, pantas dikenang Tokoh-Tokoh seperti William Ockham dan Alfonsus de Liguori. Titik Tolak pandangan morale Ockham Adalah kemahakuasaan Tuhan, yaitu Yang mampu tnelakukan Segala sesuatu Secara tak bertentangan, Namun Harmonis. Tuhan Adalah bebas Dalam ketakterbatasan-Nva. Dia dianggap sebagai dasar setiap kewajiban morale. Ajaran morale Ockham Adalah etika Positif. Suatu morale yang bersifat legalistik, Yang tertarik Hanya pada lapisan tindakan manusia. Moralitas seseorang ditemukan Dalam pelaksanaan hukum. Abad XIX - Awal Pembaruan Upaya ilmiah dan sistematik untuk memperbarui teologi morali Sedang berlangsungdalam Abad ini, khususnya di Jerman. Ini terjadi justru fakultas-fakultas Karena teologi pada Universitas Negeri setempat mendapat Lebih banyak kebebasan Akademik daripada para pengajar di seminari. Buku-Buku pegangan teologi morali yang sebelumnya bersifat legalistik (menekankan Aspek hukum) dan Kasuistik (yang menganut prinsip-prinsip - Kasus - kesimpulan) mengalami pembaruan. LNI khususnya Oleh dilakukan Johann Michael Sailer (1750-1832), Johann Baptist Hirscher (1788-1865), il clan Franz Xavier Linsenmann (1855-1898). Teologi Dalam morale periode ini dipengaruhi dari pemikiran Oleh Gerakan-Gerakan Disiplin lain. Pengaruh liturgis Gerakan, Yang mendesak agar perayaan liturgis mengungkapkan pengaruhnya Dalam tindakan kristiani, kentara Sangat. Dari sudut Pandang Buku-Buku morale, banyak moralis dari Sekolah Tubingen berusaha Menata teologi morali Positif tentang Hidup kristiani untuk Melihat bagaimana scharusnya tindakan seorang Kristen mencerminkan kesetiaannya terhadap Rahmat dan Janji permandian yang pernah diikrarkannya. Dimensi kristosentris Dalam dunia memang morale terkenal di Jerman. B. Pengertian Etika dan morale Merriam-Webster mendefinisikan etika sebagai ilmu yang mempelajari APA yang baik dan Buruk dengan tugas dan tanggung Jawab morale teori atau sistem dari Nilai morale prinsip-prinsip yang mengatur perilaku individu atau Kelompok kesadaran akan kepentingan morale. Etika berasal dari italiano Yunani ethike. banyak penulis yang menyatakan bahwa etika seperti metode ilmiah Dari morale. Etika Tidak Hanya mengarahkan manusia bagaimana bertindak jika ia memiliki ingin morale yang Baik, TAPI Juga mengatur mengenai kewajiban yang Mutlak Dalam berbuat baik dan menghindari kejahatan. Etika Adalah ilmu atau tindakan filosofis Dari morale. Ruang lingkup etika termasuk apapun yang mengacu pada tindakan bebas manusia, baik ITU prinsip atau penyebab dari Suatu tindakan (misal:. Hukum, hati Nurani, kebajikan, dll), atau sebagai akibat dari atau keadaan dari tindakan (hadiah, hukuman, dll.) . Sumber dari etika sebagian berasal dari pengalaman Pribadi manusia dan sebagian Lagi prinsip dan kebenaran yang diajukan Oleh ilmu filosofis lainnya seperti Logika dan metafisik. Etika berasal dari Fakta Empiris bahwa prinsip-prinsip tertentu yang Umum dan konsep tatanan Adalah morale sama pada seluruh manusia di Segala masa. Seluruh Bangsa dapat membedakan APA yang Baik dan jahat, Antara orang yang baik dan orang yang jahat, Antara kebaikan dan kejahatan mereka semua Setuju dengan hal ini: kebaikan LAYAK diperjuangan dan kejahatan Harus dihilangkan, Yang Satu berhak dipuji, Yang lainnya Harus disalahkan. Walaupun Dalam Kasus tertentu mungkin saja Tidak terjadi kesepakatan Dalam menentukan hal yang Baik atau jahat, Namun mereka tetap Setuju akan adanya prinsip yang Umum bahwa kebaikan Harus dilakukan dan kejahatan Harus dihindari. Adalah prinsip yang universale Pula bahwa kita Tidak boleh orang memperlakukan lain APA yang Tidak ingin dilakukan kepada Kita. Menurut kamus Merriam-Webster, Adalah morale sesuatu yang berhubungan dengan prinsip yang Benar dan salah Dalam perilaku mengekspresikan atau mengajarkan konsep tentang perilaku yang baik membentuk standar perilaku yang dapat baik dibuktikan walaupun Tidak terbukti bersifat persepsi atau Lebih ke psikologis daripada berwujud atau Praktis. Dalam Dunia bisnis, morale diterjemahkan sebagai kesesuaian Kode yang Telah dikenal, Doktrin, atau aturan dari Suatu sistem tentang APA yang Benar atau salah dan untuk berperilaku sesuai dengan Hal tersebut. Tidak ada yang sistem moralitas diterima Secara universale, dan jawaban terhadap pertanyaan 8220Apakah moralitas itu8221 dapat sangat Berbeda Antara Tempat yang Satu dengan Tempat yang lainnya, Kelompok Yang Satu dengan Kelompok lainnya, dari dari waktu ke waktu. Bagi beberapa orang moralitas berarti Usaha Sadar dan terencana Dalam menuntun perilaku seseorang dengan dasar Keadilan dan keyakinan pada Agama. Bagi yang lainnya, seperti Yang diungkapkan matematikawan dan filsuf Alfred North Whitehead (1861-1974), 82208230 apa Yang menjadi mayoritas maka Itulah yang terjadi Akan, dan amoralitas Adalah APA yang Tidak disukai Oleh mayoritas.8221 Berbeda dengan dua pendapat sebelumnya yang menyatakan bahwa morale sebagai prinsip atau kesesuaian prinsip tentang Baik dan Buruk, Maka ada yang pendapat rimasto menyatakan bahwa Adalah morale Panduan untuk Hidup. Pendapat tersebut menyatakan bahwa memilih untuk Hidup Adalah pilihan pre-morale yang akan kemudian berkembang menjadi pertanyaan 8220Bagaimana8221 atau 8220Apa yang saya lakukan8221 Seseorang dapat menjalaninya (cara Hidup) Secara Asal Saja atau dengan metode yang didesain Untuk mencapai Sukses. Metode Itulah yang disebut moralitas. Moralitas yang akan dianut memampukan seseorang untuk memilih Secara rasional diantara Nilai Nilai-yang ada. Dalam Sejarah, konsep moralitas Sering kali digunakan Secara negatif seperti pada Daftar 8220Anda Tidak boleh8221 untuk menentang Suatu tindakan. Tindakan yang diambil menjadi Tidak Peduli APA yang Anda lakukan, asalkan Anda Tidak melanggar aturan morale. Daftar larangan, tidaklah cukup dijadikan Panduan Sukses untuk. Moralitas Harus Positif daripada negatif. Bukan 8220Apa yang Tidak Boleh saya lakukan8221, tetapi 8220Apa Yang Harus saya lakukan8221 Masalah pada mendefinisikan moralitas negatif Adalah bahwa pada kebanyakan Kasus, mengakibatkan seseorang untuk menghindari beberapa zona permasalahan tertentu. Hal tersebut Tidak berguna Karena mengakibatkan Tidak adanya metode untuk memilih tindakan mana yang terbaik, sementara moralitas Positif menciptakan kebiasaan yang menuntun kepada pencapaian nilai dan metode untuk memilih nilai APA yang digunakan Dalam Cara untuk hidup dan berkembang. C. Perkembangan Etika dan morale Dalam dunia moderen Di Epoca Moderna oarng-orang cenderung masa bodoh (apatis) terhadap Lingkungan di sekitarnya. Di epoca moderna ini di sediakan berbagai pengetahuan dan Informasi baik lewat mezzi cetak mezzi maupun elektronika. Sehingga Masyarakat Mudah mengakses Informasi tersebut dan Masyarakat Mudah menerapkan Kapan dan dimana Saja. Namun demikian etika Adalah sangat penting sebagai filtro semua Informasi yang kita terima di epoca moderna ini. Peranan etika Dalam dunia moderno penting Adalah Sangat. Etika sebagai pemikiran sistematis tentang moralitas Tidak berpretensi untuk Secara langsung dapat membuat manusia menjadi Lebih Baik. Dalamartinya sebagai ilu, etika sebenarnya Tidak Perlu dimiliki Oleh setiap orang, walaupun setiap orang membutuhkan moralitas. Yang dihasilkan secaralanngsung dari Etika bukanlah kebaikan, melainkan Suatu pemhaman yanglebih mendasar dan KRITIS tentang yang dianggap baik dan Buruk secaramoral. Untuk apa Bagi kita pemahaman seperti ITU Jawaban atas pertanyaan ini dapat dikembangkan berdasarkan beberapa pemikiran berkaitan dengan Tantangan Zaman moderno, di mana manusia dapat digambarkan sebagai yang Sedang mencari orientasi. Ada beberapa Alasan penting mengapa etikamoral pada Zaman Kita Semakin Perlu. 1. Adanya pluralisme moralAdalah Suatu kenyataan sekarang ini bahwa kita Hidup Dalam zamanyang Semakin pluralista, Tidak terkecuali Dalam HAL moralitas. Setiaphari kita bertemu dengan orang-orang Dari Suku, Daerah, alpisan sosialdan Agama yang Berbeda. Pertemuan ini Semakin diperbanyak dandiperluas Oleh Kemajuan yang Telah dicapai Dalam Dunia teknologiinformasi, Yang Telah mengalami perkembangan Sangat pesat. Dalam pertemuan langsung dan tak langsung dengan berbagai lapisan dankelompok Masyarakat kita menyaksikan atau berhdapan dengan berbagai pandangan dan sikap yang, selain memiliki banyak kesamaan, memiliki Juga banyak perbedaan bahkan pertentangan. Masing-Masing pandangan mengklaim diri sebagai pandangan yang palizzata Benar dansah. Kita m engalami sepertinya kesatuan tatanan normativo Sudah Tidak Ada Lagi. Berhadapan dengan situasi semacam ini, Kita akhirnya bertanya, TAPI Yang Kita tanyakan Bukan Hanya APA yang merupakan kewajiban kita dan APA yang Tidak, manakah melainkan norma-norma untuk menentukan APA yang Harus dianggap sebagai kewajiban. Dengan demikian norma-norma sendiri dipersoalkan. 2. Timbulnya masalah-masalah ETIS baruCiri lain yang menandai Zaman kita Adalah timbulnya masalah-masalahetis Baru, terutama yang di sebabkan perkembangan pesat Dalam ilmu pengetahuan dan Teknologi, khususnya ilmu-ilmu BIOMEDIS. Telahterjadi manipulasi genetis, yakni campur tangan manusia ATAS perkembangbiakan Gen-gen manusia. Ada reproduksi artifisal sepertifertilisasi in vitro, entah dengan donatore atau Tanpa donatore, entah denganibu Yang 8220menyewakan8221 rahimnya atau Tidak. Bias terjadi Juga adanyaeksperimen dengan Jaringan embrio untuk menyembuhkan penyakittertentu, entah Jaringan ITU diperoleh melalui abortus yang disengajaatau abortus spontan. masalah kloning dan penciptaan manusia-manusiasuper Serta tindakan manipulasi lainnya genetica sangatlah mengandungmasalah-masalah ETIS yang Serius Dalam kehidupan manusia. Bagaimana sikap kita mengahadapi perkembangan seperti ini. Disinilah kajian Dan pertanggungjawaban etika diperlukan. 3. Munculnya kepedulian ETIS yang Semakin universale. Ciri berikutnya yang menandai Zaman kita Adalah adanya suatukepedulian ETIS yang Semakin universale. Di berbagai Tempat atauwilayahh di Dunia Kita menyaksikan Gerakan Perjuangan untuk morale masalah-masalah bersaama UMAT manusia. Selain Gerakan-Gerakan Perjuangan morale yang terorganisir seperti Dalam bentuk kerjasamaantar Lembaga-Lembaga Swadaya Masyarakat, antar Dewan Perwakilan Rakyat dari beberapa Negara atau Serikat-Serikat Buruh, dansebagainya, Juga Kita dapat menyaksikan adanya Suatu kesadaran moraluniversal yang Tidak terorganisir TAPI terasa hidup dan berkembang di uomo-Amana. Ungkapan-ungkapan kepedulian etis yang semakin berkembang ini tidaklah mungkin terjadi tanpa dilatarbelakangi oleh kesadaran moral yang universal. Gejala paling mencolok tentang kepedulian etis adalah Deklarasi Universal tentang Hak-hak AzasiManusia, yang diproklamirkan oleh Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) pada 10 Desember 1984. Proklamasi ini pernah diseebut sebagaikejadian etis paling penting dalam abad ke-20, dan merupakan pernyataan pertama yang diterima secara global karena diakui olehsemua anggota PBB. Selain dari apa yang sudah dideklarasikantersebut, ada banyak juga kepedulian etis yang bersifat universal, diantaranya terutama masalah-masalah etis yang berkaitan dengan perkembangan ilmu dan teknologi, masalah lingkungan hidup dan sebagainya. Dengan kepedulian etis yang universal ini, maka pluralisme moral pada bagian pertama di atas dapat menjadi persoalan tersendiri. Universal berhadapan dengan pluralitas. 4. Hantaman gelombang modernisasi. Kita sekarang ini hidup dalam masa transformasi masyarakat yangtanpa tanding. Perubahan yang terus terjadi itu muncul di bawahhantaman kekuatan yang mengenai semua segi kehidupan kita, yaitugelombang modernisasi. Yang dimaksud modernisasi di sini bukan hanya menyangkuta barangatau peralatan yang diproduksi semakin canggih, melainkan juga dalamhal cara berpikir yang telah berubah secara radikal. Ada banyak cara berpikir yang berkembang, seperti rasionalisme, individualisme, nasionalisme, sekularisme, materialisme, konsumerisme, pluralisme religius serta cara berpikir dan pendidikan modern yang telah banyak mengubah lingkungan budaya, sosial dan rohani masyarakat kita. D. Hal-hal yang bertentangan dengan Etika dan Moral 1. Etika dalam Teknologi Informasi Teknologi informasi (IT), erat kaitannya dengan teknologi komputer (sebagai perangkat kerashardware), dan program aplikasi (sebagai perangkat lunaksoftware). Keduanya berkembang begitu pesat akhir-akhir ini. Barang siapa menguasai teknologi informasi, maka dia tidak akan ketinggalan. Permasalahan yang ada, di satu sisi kebutuhan akan sistem komputer terus bertambah, di sisi lain daya beli terhadap perangkat baru semakin menurun, terutama dengan nilai tukar rupiah yang terus merosot. Sebagian software baru cenderung membutuhkan spesifikasi hardware yang lebih tinggi dari sebelumnya. Kondisi demikian memancing masyarakat yang gemar ngutak-atik teknologi informasi untuk melakukan hal-hal yang bertentangan dengan norma dan hukum untuk mendapatkan keuntungan dari tindakannya tersebut. Tindakan penggunaan teknologi informasi yang bertentangan dengan moral dan undang-undang yang berlaku dan banyak dibicarakan saat ini, antara lain: Tindakan pembobolan data rahasia suatu institusi, membeli barang lewat internet dengan menggunakan nomor kartu kredit orang lain tanpa izin (carding) merupakan contoh-contoh dari tindakan hacking. Orang yang melakukan hacking disebut hacker. Begitu pula dengan membuka kode program tertentu atau membuat suatu proses agar beberapa tahap yang harus dilakukan menjadi terlewatkan (contoh: cracking serial number) apabila dilakukan tanpa izin juga merupakan tindakan yang menyalahi hukum. Mengutip atau menduplikasi suatu produk, misalkan program komputer, kemudian menggunakan dan menyebarkan tanpa izin atau lisensi dari pemegang hak cipta merupakan pembajakan, dan masuk kategori kriminal. Contohnya, ketika seseorang menduplikasi program Microsoft Office, kemudian diinstalasi tanpa membeli lisensi yang sah. Walaupun memang harga lisensi program tersebut relatif mahal untuk ukuran rata-rata pendapatan per kapita di Indonesia, namun apabila tindakan tersebut dituntut oleh pemegang hak cipta, maka pelaku pembajakan yang dalam posisi lemah akan dikenai sanksi dan konsekuensi sesuai hukum yang berlaku. c. Browsing situs-situs yang tidak sesuai dengan moral dan etika Membuka situs dewasa bagi orang yang belum layak merupakan tindakan yang tidak sesuai dengan norma dan etika. Teknologi internet yang dapat memberikan informasi tanpa batas akan mengakibatkan tindakan yang beragam, mulai dari tindakan-tindakan positif sampai negatif. Orang yang tahu akan manfaat internet dan memanfaatkan secara positif akan mendapatkan hasil yang positif pula, dan begitu juga sebaliknya. 2. Etika dalam berhubungan intim Salah satu contohnya adalah yang paling sering terjadi dalam kehidupan remaja yaitu hubungan intim yang dilakukan sepasang kekasih sebelum menikah. Kita sendiri pun tahu sebagai mahkluk yang beragama, bahwa hubungan intim yang dilakukan sebelum masa-masa pernikahan adalah dosa dan menjadi suatu larangan bagi umat khususnya kristiani seperti yang tercantum dalam konteks alkitab yaitu 10 perintah Allah yang menyangkut salah satunya 8220jangan berzinah8221 (Keluaran 2014). Bahkan ada kasus lainya yang sebenarnya terlewatkan menjadi salah satu faktor penyebab masalah remaja ini terjadi. untuk kita sadari sebagai orang tua dengan hubungan suami istri yang bisa dikatakan romantis, terkadang di tempat umum yang secara sadar atau tidak sadar suami istri ini melakukan hal-hal yang romantis di depan remaja, walaupun kita tahu hubungan suami istri adalah hubungan yang sah jika mereka melakukan hal-hal yang romantis dimuka umum tentunya akan memancing rasa penasaran dari kaum pemuda-pemudi untuk merasakan hal yang serupa. Walaupun untuk sekedar mengeksplorisasi ungkapan cinta dari sepasang suami istri tetap saja salah jika mereka tidak bisa membedakan tempat. 3. Masalah Etika dalam keperawatan Salah satunya yaitu konflik etik antara teman sejawat. Keperawatan pada dasarnya ditujukan untuk membantu pencapaian kesejahteraan pasien. Untuk dapat menilai pemenuhan kesejahteraan pasien, maka perawat harus mampu mengenaltanggap bila ada asuhan keperawatan yang buruk dan tidak bijak, serta berupaya untuk mengubah keadaan tersebut. Kondisi inilah yang sering sering kali menimbulkan konflik antara perawat sebagai pelaku asuhan keperawatan dan juga terhadap teman sejawat. Dilain pihak perawat harus menjaga nama baik antara teman sejawat, tetapi bila ada teman sejawat yang melakukan pelanggaran atau dilema etik hal inilah yang perlu diselesaikan dengan bijaksana. Etika menurut filasafat dapat disebut sebagai ilmu yang menyelidiki mana yang baik dan mana yang buruk dengan memperhatikan amal perbuatan manusia sejauh yang dapat diketahui oleh akal pikiran. moral adalah penetuan baik buruk terhadap perbuatan dan kelakuan. Istilah moral biasanya dipergunakan untuk menentukan batas-batas suatu perbuatan, kelakuan, sifat dan perangkai dinyatakan benar, salah, baik, buruk, layak atau tidak layak, patut maupun tidak patut. Akhlak adalah hal yang terpenting dalam kehidupan manusia karena akhlak mencakup segala pengertian tingkah laku, perangai, karakter manusia yang baik maupun yang buruk dalam hubungannya dengan perbuatan Ketiga hal tersebut (etika atau dengan sesama makhluk. moral dan akhlak) merupakan hal yang paling penting dalam pembentukan diri manusia. Dan manusia yang paling baik budi pekertinya adalah Tuhan Yang Maha Esa. Dan diharapkan, dengan diselesaikannya makalah ini, baik pembaca maupun penyusun dapat menerapkan etika, moral dan akhlak yang baik dan sesuai dengan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari.

Comments

Popular posts from this blog

Ns Forex Android

Trading Grafici Live Forex-

Binary Option Halal